DPRD Dorong Pantai Manggar Segara Sari jadi Kawasan Ekonomi Khusus

img

POSKOTAKALTIMNEWS,BALIKPAPAN: DPRD Kota Balikpapan mendorong Pemerintah Kota Balikpapan mengusulkan kawasan Pantai Manggar Segara Sari sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berfokus pada sektor pariwisata, yang berlokasi di Kelurahan Manggar Kecamatan Balikpapan Timur.

Usulan tersebut dinilai sejalan dengan potensi besar wilayah pesisir yang dimiliki Kota Balikpapan. Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, Balikpapan memiliki garis pantai sepanjang 84,49 kilometer.

Garis pantai tersebut membentang dari wilayah Kelurahan Kariangau hingga Teritip dan berbatasan langsung dengan Selat Makassar di sisi selatan dan timur.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, mengatakan potensi garis pantai tersebut harus dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Balikpapan memiliki garis pantai yang cukup panjang dan ini mempunyai potensi besar untuk dikembangkan. Salah satunya bisa didorong menjadi Kawasan Ekonomi Khusus yang fokus pada sektor pariwisata,” ujar Budiono, Senin (7/9/2026).

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengatakan, pengembangan KEK pariwisata tidak hanya akan berorientasi pada pembangunan kawasan wisata, tetapi juga harus didukung dengan pembangunan berbagai infrastruktur penunjang.

“Infrastruktur pendukung juga harus dipersiapkan untuk mengembangkan spot-spot wisata yang ada. Dengan begitu, potensi pantai yang dimiliki Balikpapan bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih besar,” katanya.

Budiono pun mendorong Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) untuk mengajukan Pantai Manggar Segara Sari sebagai calon Kawasan Ekonomi Khusus kepada Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait.

Menurutnya, sejumlah daerah di Indonesia telah lebih dulu mengembangkan kawasan dengan status KEK yang berorientasi pada sektor pariwisata.

Ia mencontohkan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Nusa Tenggara Barat yang dikembangkan melalui sektor pariwisata bahari dan olahraga, termasuk keberadaan sirkuit yang menjadi tuan rumah ajang balap internasional.

Selain itu, terdapat KEK Tanjung Kelayang di Bangka Belitung yang mengandalkan potensi wisata pantai dan bahari, serta Tanjung Lesung di Banten yang dikembangkan melalui sektor pariwisata pantai.

“Daerah lain sudah memiliki kawasan ekonomi khusus dengan potensi unggulannya masing-masing. Ada Mandalika dengan wisata dan olahraga, Tanjung Kelayang dengan wisata bahari, Tanjung Lesung dengan wisata pantai, hingga Sanur di Bali yang dikembangkan untuk pariwisata kesehatan dan medis,” jelasnya.

Budiono menilai Balikpapan memiliki peluang untuk mengikuti jejak sejumlah daerah tersebut, mengingat potensi pesisir yang cukup besar serta posisi strategis kota sebagai salah satu pintu gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, apabila pengembangan kawasan wisata dilakukan secara serius dan terintegrasi, keberadaan KEK pariwisata dapat membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

“Potensi ini harus mulai dipikirkan dan didorong. Jangan sampai garis pantai yang panjang hanya menjadi potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Jika dikembangkan dengan baik, tentu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan juga meningkatkan pendapatan daerah,” pungkasnya.(mid)